Home » » Bunga Rafflesia dan Bunga Bangkai, Berbeda

Bunga Rafflesia dan Bunga Bangkai, Berbeda

Seringkali orang mengira Bunga Rafflesia adalah Bunga Bangkai padahal keduanya merupakan spesies yang berbeda.

Bunga Rafflesia


Rafflesia arnoldii, ditemukan pertama kali oleh Sir Stamford Raffles dan Dr Joseph Arnold pada tahun 1818 di desa Pulo Lebbar (Kec. Pino Raya) 30 km dari Kota Manna Kab. Bengkulu Selatan, menjadi icon lambang Prop. Bengkulu. Rafflesia arnoldi merupakan jenis yang terbesar di dunia (The Biggest of Flower in The World) dengan diameter 70-110 sentimeter. Rafflesia Arnoldii di juluki jg sebagai Patma Raksasa dan mendapat predikat sebagai Puspa Langka Nasional (Kepres No. 4/1993)
Rafflesia gadutensis Meijer.  Rafflesia gadutensis dapat ditemukan di sisi barat Pegunungan Bukit Barisan Kab. Mukomuko dan Bengkulu Utara.  Memiliki diameter berkisar antara 40-46 cm, gadutensis berasal dari kata Ulu Gadut, yaitu satu nama bukit Gadut di propinsi Sumatra Barat, dimana asal specimen species ini dideskripsikan oleh Meijer 1984. Ditemukannya Habitat Rafflesia gadutensis di Dusun Lama Desa Talang Baru Kecamatan Malin Deman Kabupaten Mukomuko baru-baru ini merupakan hal yang luar biasa dan menggembirakan, habitat ini harus segera mendapat perlindungan agar keberadaannya tetap lestari.
Rafflesia hasseltii Suringar.  Merupakan jenis Rafflesia yang paling cantik. Jenis ini dideskripsikan oleh Suringar pada tahun 1879 berdasarkan spesimen yang dikumpulkan dari Muara Labuh, Sumatera Barat.  Karena pola bercak dan warna di helai perigon, oleh penduduk lokal, jenis ini sering dinamakan cendawan merah-putih (Zuhud dkk, 1998) atau cendawan harimau. Rafflesia Haseltii memiliki diameter bunga 35-70 cm. Hanya ada satu populasi yang produktif dari jenis ini yang masih dapat dijumpai yaitu diperbatasan antara Ketenong II, Kab. Lebong Prop. Bengkulu.
Rafflesia bengkuluensis ( Agus Susatyaya, Arianto & Mat-Salleh 2005), species ini membawah nama Bengkulu di kata keduanya yaitu bengkuluensis, untuk menghormati Bengkulu sebagai lokasi pertama kali jenis ini di deskripsikan. Bengkuluensis merupakan jenis baru dari Indonesia, dgn diameter bunga 50-55 cm. Mempunyai sebaran geografis terbatas di lembah Talang Tais atau di wilayah daerah aliran sungai Tais, yang terletak di sebelah barat laut Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

Bunga Bangkai
      
Bunga Bangkai yang di kenal juga dengan Bunga Kibut (Amorphophallus titanum) adalah Bunga Majemuk Terbesar di Dunia, endemik Sumatera. Merupakan Flora Identitas Provinsi Bengkulu berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri No. 48 tahun 1989. Di sebut Bunga Bangkai karena mengeluarkan bau busuk untuk mengundang kumbang dan lalat  penyerbuk bagi bunganya. Bunga Bangkai berbeda dengan Bunga Rafflesia karena Bunga Bangkai memiliki daun dan batang, termasuk dalam suku talas-talasan ( Araceae ).

Penemu pertama jenis bunga ini adalah Odoardo Beccari seorang pakar botani berkebangsaan Italia. Ketika itu, tahun 1878, dalam perjalanannya di Kepahiang – Rejang Lebong (Bengkulu) ia menemukan tumbuhan bunga bangkai. Kemudian oleh rekannya Prof. Giovanni Arcaneli dari Turki, diberi nama ilmiah Amorphophallus titanum terhadap hasil temuan Beccari tersebut. Sejak itu dunia botani mengenal bunga bangkai dengan nama Amorpophallus titanum Beccari

Bunga Bangkai terdiri atas dua bagian utama : seludang dan tongkol dan memiliki siklus hidup yang unik " dua tahap", yaitu masa berdaun ( vegetatif ) dan masa berbunga ( generatif ). Kedua tahapan itu selalu diselingi oleh masa istirahat. Daur hidup bunga ini berlangsung antara 20-40 tahun, sejak mulai biji hingga pertama kali berbunga.


Ada beberapa dari jenis bunga ini yang bermanfaat. Daun muda dan buah dimanfaatkan sebagai sayuran,  juga bermanfaat untuk  pengobatan tradisional yaitu sebagai obat disentri, sakit telinga, kolera, masalah pernafasan, untuk menurunkan tekanan darah dan kolesterol, untuk obat sakit rematik dan juga masalah pencernaan, bahkan, umbi dari bunga bangkai jenis Amorphophalus paeonifolius dapat di jadikan bahan makanan karena mengandung karbohidrat yang tinggi.

Di Bengkulu ada 4 Jenis Bunga Bangkai yang terpantau oleh Komunitas Peduli Puspa Langka, tumbuh dan berkembang hampir di semua hutan yang ada di Prop. Bengkulu terutama di Cagar Alam Taba Penanjung Kab. Bengkulu Tengah dan Hutan Lindung Bukit Daun Tebat Monok Kab. Kepahiang. 4 Jenis tersebut yaitu :
a. Amorphophallus titanum
b. Amorphophallus gigas, merupakan bunga majemuk tertinggi di dunia yang dapat menghasilkan bunga setinggi 5 m
c. Amorphophallus paeonifolius
d. Amorphophallus variabilis 


Share this article :

Posting Komentar

 

Design by CreatingWebsite | Created by betercom
Copyright © 2013-2014. betercom - All Rights Reserved
b